It (was) Part of New Life

Posted by Tembra Variantoro Monday, January 16, 2012
Saya sedang berada didalam mobil ditengah-tengah antrian mobil yang panjang menuju area Pekan Raya Jakarta, ketika SMS-SMS itu mulai berdatangan,
"Tem, lo keterima ngga? Hasilnya udah keluar lho!"

Aih, penasaran.

Saya pun mengarahkan browser handphone saya. Perlahan, namun dengan suasana hati yang cukup berdebar dan mengasyikkan.



Saya tatap dalam-dalam sebuah kartu tanda peserta ujian lusuh. Kemudian, dengan seteliti mungkin, saya masukkan digit demi digit nomor seraya menekan "Proses".

Bismillah...


Subhanallah!
221644? Apa itu?

Kali ini saya mengarahkan browser ke Google...


Ilmu Komputer Universitas Indonesia!

Langsung saya kabarkan berita itu kepada seisi mobil.

"Wah, dokternya ngga jadi ya? haha"

"tapi alhamdulillah lah, UI. Fakultasnya juga fakultas bagus lagi"

"haha, sejak awal emang ngga mau jadi dokter kok!"

"berarti ngga di Salemba ya? Jauh juga tuh, di Depok"

Ya, di Depok.

Buliran waktu bergerak hingga tiba masa-masa pengenalan kehidupan kampus. Adanya tuntutan untuk datang lebih pagi, ditambah dengan  perjalanan Jakarta-Depok yang memakan waktu hingga satu jam membuat ngekos adalah pilihan yang rasional.

Maka masa-masa pra-OSPEK itu saya isi dengan hunting beberapa tempat kos. Kebetulan salah seorang teman dari ayah tinggal di dekat UI, tepatnya di daerah Kukusan Kelurahan (Kukel). Maka pencarian kos-kosan pun bermula dari titik itu. 

Awalnya teman ayah saya merekomendasikan satu tempat. Ruangannya cukup luas, dan cukup murah. Hanya saja letaknya terasa cukup jauh dari area kampus UI. Cukup pelosok lah! 

Maka saya pun mengambil inisiatif mencari tempat lain yang relatif dekat dengan area UI. Masih berputar di area kukel, karena butanya saya dengan informasi tempat kos. Dan ya, ada deretan kos-kosan yang relatif murah, berkisar 225.000 - 250.000 dan juga dekat dengan area UI! Meski begitu, saya masih belum puas dan ingin mencari tempat lainnya.

Pencarian berikutnya adalah di sekitar Pondok Cina. Satu kesan paling utama: harganya mahal XD. Apalagi yang berada cukup dekat dengan area UI. Tapi, semakin jauh (dan ngga jauh-jauh banget juga), harganya jadi relatif lebih murah. Saya pribadi lebih menyukai tempat ini, lebih dekat. Orangtua saya berpandangan lain. Mereka khawatir dengan letaknya yang harus menyeberang kereta untuk mencapai UI.

Ditambah lagi dengan rasa nyaman keduanya karena ada seorang teman di Kukel, akhirnya pencarian tempat kosan pun dipersempit menjadi sekitar Kukel. (padahal, faktanya, sampai akhir pun, saya ngga pernah sekalipun minta bantuan teman ayah saya itu XD).

Lho, bagaimana dengan Kutek, Kober, ataupun Barel?

Yah, waktu itu bener-bener masih ngga tau medan. Lagipula asumsinya tempat kosan ini hanya bersifat sementara. Entah kelak nanti akan pindah, siapa tau dapet referensi lain dari teman. Atau malah jadi pulang pergi.

Pencarian semakin menyempit menjadi dua tempat kosan: yang pertama adalah kos bertarif 225.000 dengan kamar mandi luar atau kos bertarif 250.000 dengan kamar mandi dalam. Keduanya berdekatan, dan sama-sama relatif dengan area UI.

Dengan naifnya, saya memilih kos dengan kamar mandi luar! Bukan, alasannya bukan karena lebih murah. Alasan utamanya adalah agar saya dapat lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

Rasanya tidak berlebihan, selama ini saya lebih suka menyendiri. Bukannya kuper, tapi memang kesendirian adalah suatu kenyamanan yang saya sukai. Pernah suatu ketika, saya diajak ke arisan keluarga besar dari pihak kakek dari ayah. Dan, wow, benar-benar keluarga besar. Salut juga, betapa sepasang manusia bisa menurunkan anak cucu sebanyak ini...
Tempatnya di Anyer. Dan tentu saja, karena begitu banyaknya orang: begitu ramai. Saya ingat betul, justru ditengah-tengah keramaian itu, saya menyingkir ke tepi laut yang berkarang. Duduk, menyepi, menatap laut. Menikmati kesendirian dengan senang, sementara hiruk-pikuk sedang bergaung jauh di belakang sana...

Atau ketika saya diajak ke Cibodas, pada sebuah event tamasya bareng dari kantor ayah. Saya lebih suka menghindari keramaian, mencari padang rerumputan yang relatif bersih, kemudian berbaring disana. Menatap langit.
Sampai-sampai saya dibilang cool oleh rekan-rekan ayah. Hehehe.

Dan di awal-awal kuliah, pada semangat baru itu, saya meniatkan untuk bisa menjadi "lebih" bergaul. Dan kosan dengan kamar mandi diluar ini mungkin bisa menjadi awal yang bagus :).

Deal, saya akan ngekos disini.

Kosan itu bernama Pondok Putra Mahatma.

Dua puluh kamar dengan enam kamar mandi. Dan dalam riwayat saya tinggal disana, sangat jarang sekali saya mengantri. Biasanya karena dua hal: saya yang mandi terlalu pagi, atau mandi terlalu siang. Haha. Yang jelas, saya tidak pernah terlambat datang ke kampus cuma karena harus ngantri kamar mandi. Tambahan: saya ngga pernah ke kampus tanpa mandi! *menghindari salah paham xD*

Ditambah lagi, kosan saya ini menyediakan tempat cuci piring, tempat cuci baju, ruang nonton TV bareng, sampai kompor! :-)

Hari itu tiba. Sepulang dari salah satu acara pra-pengenalan kampus, dengan membawa beberapa bawaan, saya akan menempati kamar kos  untuk pertama kalinya. Terlihat beberapa orang sedang mengobrol di ruang tengah. Dengan senyum lebar, saya menyapa mereka semua,

"Hai, boleh kenalan? Saya penghuni baru disini nih! :D"

Oho, ternyata mereka semua adalah mahasiswa lama, bukan mahasiswa newbie *baca: mahasiswa baru XD* seperti saya.
Saya jabat tangan mereka satu-persatu, kemudian mohon diri untuk masuk kamar.

Dan ketika saya keluar lagi, saya dapati beberapa orang itu telah bubar, tersisa satu orang sedang duduk santai sambil memegang handphonenya.
Dan disitu pula saya dapati fakta bahwa ternyata mereka semua bukan penghuni kosan ini...

XD XD XD

Hanya satu yang penghuni kosan ini, sisanya adalah teman-temannya yang sedang main.
Oke, usaha perkenalan pertama yang agak fail XD.


Dan malamnya saya sama sekali tak bisa tidur. Bukan, bukan karena malu dengan kejadian tadi. Biasa aja kok :p Saya tidak bisa tidur karena begitu excited. Inilah kali pertama saya akan hidup terpisah dengan keluarga. Menikmati kebebasan, kesepian, dan kesengsaraan *:p* sendiri.. Saya berpikir, betapa banyak hal yang bisa dikembangkan mulai hari ini.. Lebih banyak dibandingkan detik-detik sebelumnya! Saya tersenyum, dan membanting kepala ke atas bantal.

Jam tiga malam, mata tak kunjung terpejam. Baiklah, mari bertahajud dulu. Rasanya ingin mengadukan rasa excited ini kepada Sang pemilik segala rasa.

Saya menapak keluar. Begitu senyap. Belum banyak yang menempati tempat ini. Untuk mahasiswa lama, hari-hari ini sedang liburan. Sedangkan mahasiswa barunya? Entahlah saya belum menemukan satupun disini.

Dan ketika saya mengalirkan air dari keran tempat cucian, tiba-tiba terdengar suara baca-bacaan doa seperti laiknya di kuil Budha. Dan tidak hanya satu suara, melainkan suara yang bersahut-sahutan! Seketika saya melompat terkejut.

Apa itu?

Keesokan paginya, kembali saya menuju tempat kemarin. Penasaran.

Namun kali ini yang terdengar hanyalah suara mesin pompa air yang menderu  lembut serta kicauan beberapa ekor burung.

Dari pintu kamar mandi, keluarlah seorang laki-laki dengan perawakan kurus. Dari wajah dan warna kulitnya, saya sudah bisa menebak bahwa orang ini ber-ras chinese.


Haha, inilah salah satu kesempatan untuk bisa berkenalan lagi dengan penghuni kosan! Masih ingatkan dengan cerita saya tentang keinginan untuk lebih bergaul?

Maka saya hampiri dia, seraya mengulurkan tangan,

"Kenalan yuk! Gue orang baru nih disini!"


Dia hanya melihat sejenak. Kemudian tanpa mengindahkan uluran tangan atau bahkan membalas sapaan saya, dia berjalan begitu saja. Meninggalkan tempat itu begitu saja, bahkan dengan langkah yang agak dipercepat.

Percobaan perkenalan kedua saya pun kembali gagal! XD

Namun, ada apa?
Kenapa saya diacuhkan begitu saja?
Apa karena saya belum mandi dan dia sudah? *halah*

Hari pertama di kosan, dan saya telah disuguhi misteri-misteri.

Tak lama kemudian, seorang laki-laki kurus berkacamata mendekati kamar mandi.

Ah, kali ini dia yang menyapa duluan.

"Eh, halo. Boleh kenalan ngga?" ujarnya sambil tersenyum cengar-cengir.

Ia mahasiswa baru juga. Haha, akhirnya.. Syukurlah.

Dari dirinya, saya mengetahui bahwa masih ada dua orang mahasiswa baru lagi yang ngekos disini.
Mereka bertiga sudah saling kenal, karena kebetulan berasal dari regional yang sama; Banten. Karena masih masa-masa pra-ospek, maka kamar kos-kosan itu belum ditempati terlebih dahulu. Baiklah, semuanya menjadi jelas.

Masa-masa OSPEK itu tiba..
Atau kami menyebutnya dengan OKK (Orientasi Kehidupan Kampus). Konten acaranya diklaim anti bullying, tapi tetap saja, masih ada senior-senior yang meneriaki junior. Kalau salah harus dihukum? Phuih.
Baiklah, mari kita tinggalkan hal itu di lain waktu.

Pagi itu kami sudah terbangun dan berpakaian lengkap. Saya, Arif, Iqbal, Yus, dan Ridho. Ya, merekalah maba-maba yang menghuni kosan ini. Kami berangkat bersama menuju tempat briefing awal seluruh mahasiswa.

Karena gerak jalan yang cukup santai, tak disangka, kami terlambat beberapa menit sampai disana.
Gawat.

Dan benar saja, senior-senior sudah berteriak-teriak dengan wajah garang.
Memang OSPEK UI itu tanpa bullying! *ironi*

Yang terlambat pun dikumpulkan ke barisan tersendiri, dan dinantikan sebuah hukuman.

Baiklah, kami berlima memang berangkat bersama.
Namun, diakhir perjalanan, kami memiliki nasib yang berbeda.

Karena keterlambatan itu, diantara kami berlima, ada yang dihukum berlari keliling lapangan, ada yang digunting nametagnya, dan ada pula yang, entah mengapa, bisa selamat tanpa kurang suatu apapun dan bergabung ke barisan yang tidak telat. Dan orang yang beruntung itu adalah saya.. Hahaha..

Sekelebat cerita itu hanyalah awal. Awal dari kehidupan kosan yang luar biasa!

****
Hari-hari kosan adalah sesuatu yang sangat baru. Sekarang saya harus mengerjakan segalanya sendiri. Mencuci sendiri, menyetrika sendiri, memasak sendiri. Pada dasarnya orangtua tetap menawarkan untuk melaundry setiap baju kotor, tapi saya menolak. Di masa-masa awal itu, saya benar-benar mengerjakan semuanya sendirian. Mencuci, menyetrika hingga memasak. Akhirnya saya bisa juga merasakan kesalnya ketika hari hujan, dan jemuran belum diangkat. Haha. *nyuci lagi deh T,T*
Untuk itu semua, saya memang sudah mempersiapkan segalanya: setrika yang spesial dibelikan untuk saya, ember kecil yang dibawa dari rumah, ember ukuran besar yang saya beli dari tukang jualan keliling *tersadar bahwa baju saya besar-besar dan ngga muat untuk dicuci dalam ember kecil  XD*, sampai pada Kisspray yang biasanya saya semprot dengan begitu biadab setiap kali menyetrika.

Bukan, bukan kalianlah yang paling meragukan hal ini. Justru keluarga saya yang paling meragukan ketahanan hidup saya di kos. Karena selama ini, saya amat jarang sekali mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah. Anak mami sejati. Haha.

Bahkan konon katanya, ketika seminggu saya di kos, ibu saya sempat menangis. Kangen, katanya. Atau ketika beliau sedang makan enak, ia selalu menyebut-nyebut saya. Ah, so sweeet. Yah,begitulah cerita kakak saya sambil tertawa terbahak-bahak.

Toh, alhamdulillah, saya berhasil membuktikan ketahanan hidup saya. :)

Urusan mencuci saya kerjakan tiga hari sekali, *atau kalau lagi males: seminggu sekali* Prinsip mencucinya gampang aja. Rendam cucian dengan Molto Ultra Sekali Bilas selama sejam *atau semaleman XD*, kemudian mulai mencuci. Cukup disikat dengan lembut pada bagian yang kotor saja. Selebihnya, jika tampak bersih, cuma saya kucek-kucek saja xD. Perlakuan berbeda saya lakukan ketika menghadapi celana jeans saya yang besar dan berat ketika dicuci. Cukup sikat pada bagian yang kotor, lalu injak-injak~~ <3
Dan terima kasih kepada siapapun yang telah mengiklankan Molto Ultra sekali bilas kepada saya. Pekerjaan saya jadi jauh lebih mudah XD.

Ketika kering, menyetrika adalah pekerjaan yang pasti saya lakukan. Karena semangatnya saya dalam memeras pakaian ketika menjemur, maka pakaian-pakaian itu benar benar sangat kusut XD. Arif pernah menyuruh saya untuk tidak memeras pakaian ketika selesai dicuci. Katanya, dengan begitu pakaian jadi ngga kusut setelah kusut.

Tidak ah.

Saya ngga puas. XD

Maka saya pun menggelar tatakan setrika, menyiapkan sebotol penuh kispray, dan mulai menggosok-gosok. Resmilah saya menyatakan ini: menyetrika adalah pekerjaan rumah yang paling tidak saya sukai. Ngga seperti mencuci, yang bisa sekalian main air :p Dan hal ini diperburuk dengan ukuran baju saya yang besar-besar. Oke-oke. Kini saya mengerti sepenuhnya, betapa besar perjuangan orang yang mengerjakan pekerjaan ini setiap hari.
Dan ternyata, melipat baju dengan rapi adalah hal yang lumayan sulit xD. Bahkan bisa dibilang, sampai sekarang pun jika saya disuruh melipat baju, saya tak menjamin hasilnya sempurna :p.

Bagaimana dengan memasak?
Ah. yang ini bener-bener lain soal. Awalnya sih saya seneng-seneng aja, masak mie, goreng telor, ataupun merusakkan nasi. Tapi, tak lama kemudian, saya berujung pada kesimpulan: makan diluar lebih hemat waktu, dan lebih sehat! XD
Maka jadilah kompor itu saya gunakan hanya untuk memasak air panas.. :">

Pada masa-masa awal kehidupan kosan, tiap hari sabtu, saya pasti pulang ke rumah. Atau kalau misalnya saya berhalangan pulang, pasti orang tua saya yang menghampiri ke kosan. Dan kalau orang tua sudah ke kosan, wah, subhanallah. Pasti saya dibawakan berbagai macam makanan instan XD.

Satu sisi baiknya adalah, mereka mengakui bahwa kamar saya ini cukup rapi :p.

Hari pertama kuliah adalah hari pertama puasa. Rasanya itu pertama kalinya tidak sahur bersama keluarga di hari-hari awal Ramadhan. Luar biasa. Saya ingin berkembang menjadi lebih hebat disini :). Ketika saya berumur 17 tahun, itulah masa-masa awal perkuliahan, masa-masa awal kehidupan kosan, ditambah dengan bertepatan dengan bulan Ramadhan pula!

bersambung :)


part of scheduled army.
please see the disclaimer here.

5 comments:

  1. Unknown Says:
  2. This comment has been removed by the author.
  3. emirst Says:
  4. Menarik ceritanya, ditunggu lanjutannya bang Tembra! :D ngomong2, itu ospeknya fakultas atau uni? kl yg uni nametag saya gak digunting, tp dikasih coretan-yang-entah-apa-artinya :p

  5. @emir:
    itu ospek universitas, mir..
    err.. itu artinya kita sama-sama pernah telat di ospek universitas ya? xD
    masya Allah, udah ngga bisa ngomong apa-apa lagi deh xD

    btw blog baru ya? ane taro di blog list ya.. :)

  6. Anonymous Says:
  7. provider modem apa ya yg bagus di kost mahatma kukel?

  8. selamat yah.. sudah keterima di UI.. :D

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)