Islamic Book Fair 10th

Posted by Tembra Variantoro Sunday, April 24, 2011
Sejak melihat spanduk lebar yang dipajang di tengah keramaian terminal kampung melayu itu, saya sudah mengikrarkan: saya ingin kesana. Spanduk itu berisikan: Islamic Book Fair 10th @ Istora Senayan: 4 - 13 Maret.

"mbak, ke Islamic Book Fair yuk, ahad nanti terakhir"
SMS saya dibalas,
"ogah, ngga punya duit"

"...."

Yasudahlah, cari partner lain saja.

Sayangnya ini minggu-minggu tugas bergelimpangan dengan deadline mengerikan. Walhasil, setiap ajakan yang saya berikan selalu ditolak dengan meyakinkan.

"gile lu bro, lagi musim tugas gini!"
"...."

"oh, kalo ane sih alhamdulillah setiap tahun rutin ke Islamic Book Fair...."
"wuih, bareng ane yuk!"
"... tapi biasanya ane bareng sama temen-temen, kebetulan ada yang bawa mobil..."
"...."


Oke, terlalu berlebihan.

Tiga belas Maret, tepat jam tiga sore.
Ditemani dengan sebotol air mineral, satu bungkus besar permen, serta beberapa lembar uang hasil perjuangan selama ini.... Berangkat!

Bismillah

Naik angkot hingga ke shelter busway Pasar Jatinegara. Nyambung transit di Matraman, transit lagi di Dukuh Atas, hingga turun di shelter Gelora Bung Karno.

Butuh waktu satu setengah jam untuk mencapai tempat itu. Termasuk macetnya, shalatnya, dan nontonin suporter Persija yang sedang jejingkrakan dengan atribut oranyenya. Rupanya ada pertandingan bola di Gelora Bung Karno hari ini. Saya menyempatkan diri untuk menyelinap ke areal luar stadion, ikut merasakan euphoria

Sejenak saja, dan langsung ngibrit begitu melihat tatapan mata seorang wanita nyentrik berpakaian serba oranye. Ups, saya dikira anak hilang tampaknya. Mungkin saya tertangkap basah sedang celingukan sambil senyum-senyum bodoh..

Menemukan tempat pameran itu tak sulit. Tanpa harus bertanya, cukup ikuti saja salah satu gerombolan mbak-mbak berjilbab panjang. Meskipun salah satunya ada yang berjilbab oranye, tapi saya cukup optimis bahwa mereka kesini bukan untuk menonton pertandingan sepakbola.

Sulit untuk membayangkannya...
"Aah!! Oper ke tengah!! Ayo!! Gocek! Tendaaaaang....... GOOOL!! Alhamdulillah!!! Takbirrrr! TAKBIRRRRR!!!!!"

._.

Dekorasi dan tata letak tampak luar dari IBF tahun ini rasanya tak terlalu berbeda dengan konsep beberapa tahun yang lalu. Ah, terakhir kali saya ke IBF rasanya saat zaman SMA dulu. Itu artinya sudah sekitar 3 sampai 4 tahun yang lalu. Ingat banget, dulu saya rela mbela-belain kesini cuma untuk nyari novel Ayat-ayat Cinta. Tahun ini tentu saja berbeda. Buku yang hendak saya beli jelas harus lebih "berat." Sebagai contoh, kitab gubahan seorang lulusan Al Azhar Mesir : "Ketika Cinta Bertasbih." 
...
Jelas lebih berat lah! Serinya aja sampai ada dua buku, hahaha.

Baiklah, saya cuma bercanda. Ngga perlu beli, wong saya udah baca :p

Tapi tetap saja, perbedaan yang paling terasa adalah kalo dulu perginya rame-rame, sekarang saya sendirian. 
Asyiklah, lebih bebas berpetualang kemana-mana :3

Saya arahkan langkah kaki ke tenda putih besar di sebelah barat Istora Senayan. Lebih baik masuk ke tempat sampingan dulu sebelum menuju panggung utama. Save the best for the last lah. Tapi, tak disangka, semilir udara Air Conditioner mengalir lembut didalam tenda itu. Belakangan saya sadari, bahwa justru stand-stand yang ada di gedung Istora Senayan tak dilengkapi dengan cukup banyak AC :p.

Begitu masuk, saya langsung menghampiri salah satu stand secara acak. Saya pun melihat-lihat satu persatu buku di stand ini, dan kemudian mengernyit. Saya menengok ke atas, mencari-cari nama stand, penasaran sedang berada di stand penerbit apa saya saat ini.

Robbani Press

Walah, baru-baru udah masuk ke stand "garis keras" aja =p Pantesan aja buku-bukunya tentang harakah, pergerakan, dakwah, bla, bla.
Lagi males sama pergerakan-pergerakan. >~< Lagi ingin mendalami kisah-kisah hikmah saja nih.

...
Biarpun bilangnya begitu, tetap saja terbeli dua buku dari stand ini : "Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah" dan "Menjadi Murobbi Sukses".

Beuh... Judulnya aja udah ngeri, bro.. xD

Tiba-tiba, ada suara hangat yang menyapa saya...
"Tembra!"
Butuh waktu tiga detik untuk menggali-gali memori mengenai siapa gerangan orang di depan saya ini.

Galuh!
Seorang sahabat Fasilkom 2008 yang menempuh jalan berbeda sejak awal masuk kampus: pindah ke STAN.

Wah, subhanallah sekali, bisa berjumpa kawan lama di tempat ini...
Dan beliau tidak sendirian. Sedang bersama dengan mentee-mentee, katanya. Yasudah, pisah lagi deh. Sendiri lagi deh. :P

Perjalanan dilanjutkan.
Setiap stand yang ada pasti saya kunjungi, tanya-tanya harganya, kemudian kabuurr~
Hehehe..

Selesai dari tenda barat, saya keluar ruangan, dan mencari tempat duduk seraya menghitung kerusakan. Masih bisa buat beli tiga buku lagi lah :p.
Iseng-iseng saya menanyakan lokasi ATM ke satpam, dia bilang untuk ke ATM terdekat harus keluar dari area istora senayan dulu. ^^; Tapi, katanya lagi, di areal pameran ada beberapa spot ATM BSM. BSM memang sponsor dari pameran buku ini. Kaya'nya sponsor tetap dari tahun ke tahun malah.

Iseng-iseng lagi,  saya menghampiri salah satu spot ATM BSM, saya dapati mesin ATM dengan tempelan kertas:
"Mohon maaf. Tidak bisa untuk menarik tunai"

eeeeeeerrrrrrrr....

Nampaknya ATM ini bahkan kehabisan uang tunai xD.

Penjelajahan dilanjutkan ke tenda timur, kemudian barulah ke gedung utama. Sebenarnya ada dua buku yang sedang saya cari: buku-buku Tereliye dan buku-buku shirah gitu. Meskipun bilangnya begitu, yang dibeli malah melenceng ._.
Salah satu buku shirah yang bagus udah ketemu sih. Tapi buku-buku Tereliye.. Udah muter-muter, tetep aja ngga nemu.. Padahal kan...
...
Yaudahlah ya, ke panggung utama aja yuk? :p

Selama berputar-putar, saya melihat dua-tiga orang anak UI yang saya kenal dari kejauhan. Sapa ngga ya?

Ah, jauh ah :p
*penjabaran cerita yang meaningless xD*

Akhirnya saya sampai juga di panggung utama. Lumayan juga, bisa melihat Melly Goeslaw, Ustad Yusuf Mansur, dan lainnya dari dekat. Dilihat-lihat, ternyata mereka lebih kecil daripada saya ya.. (~atau lebih tepatnya, saya yang lebih besar xD).

Daripada itu, saya lebih tertarik dengan tribun-tribun yang diduduki sebagian orang untuk melepas lelah. Tidak terlalu ramai, letaknya diatas; cocoklah untuk nonton panggung sambil menyendiri :p

Foto sedikit, diambil dari atas tribun:


note: kiri kanan saya ngga ada orang kok, jadi ngga terlalu malu pas foto-foto :9

Jam delapan tiga puluhan, bertepatan dengan pembacaan doa oleh Ustad Yusuf Mansur, sayapun pulang.. (daripada ngantri buswaynya lebih lama? XD)

Dihitung-hitung, saya berhasil mendapat total diskon sebesar 161.900 rupiah! :D
Lalu, total kerusakan keseluruhan? Hmm.. Setara dengan sekitar dua-tiga minggu puasa makan siang + jajan lah... ._. xD

Insya Allah ada manfaat lebih dibandingkan sekedar jajan :)
Mudah-mudahan investasi ilmu ini dikategorikan sebagai pahala :))

Oh, ya baiklah. Saya tahu bahwa event itu sudah terlampau kadalursa mengingat sekarang sudah memasuki bulan April. Tapi lumayan kan untuk mengobarkan euforia \(^o^)/ Lagipula, buku-buku yang saya beli dari sana belum seluruhnya saya baca ^^;

Stay tune to the next Book Fair B-)
~semoga waktu itu lagi ada rejeki :p

3 comments:

  1. goingmerry Says:
  2. alhamdulillah, akhirnya ada niat juga beli buku tereliye, kirain mau minjem aje :p
    kalo mau nitip, disini sangat mudah didapat lho~ dengan harga yang cukup lebih murah dibanding harga2 di toko buku kesayangan anda :)
    tapi kalo mau minjem juga boleh, tinggal pilih :D

    aaa jadi pengen ke islamic book fair, udah berapa tahun ya ga kesana~

  3. nuraeni Says:
  4. aduh percuma kalau
    beli buku gax di baca...
    semangat terus baca..!!

  5. @goingmerry:
    aa.. beliin.. XD
    hehe, tapi berhubung pencarian gagal, rasanya harus kembali ke taktik awal: meminjam. Hihi

    @nuraeni:
    yap, bener sekali, sayang banget. Sampai sekarang ini masih berusaha untuk dicicil habis :)
    Terima kasih ^^

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)