Cermin

Posted by Tembra Variantoro Thursday, November 18, 2010
Tatkala aku melihat sinar mata seorang laki-laki kecil bersenyum manis - anakku, aku mendekapnya dalam pelukanku, dan berkata, "Tak akan kubiarkan zaman menggerusmu. Kau akan kujadikan seseorang yang hebat!"

Pandanganku beralih kepada seorang wanita yang sedang tersenyum menatap kami. Ku balas senyumannya, dan terngianglah kata-kata yang sempat kubisikkan padanya, "Istriku, sokonglah aku agar tetap menjadi kuat dalam pusaran kehidupan ini.. Aku ingin membahagiakanmu, dan semoga Allah membahagiakan kita.."

Lama kupandang, hingga wajahku bersemu. Ah, rasa malu yang masih tersimpan ini sungguh indah. Meskipun agak ajaib, mengingat kami telah bersama-sama melewati hari. Ajaib, tapi sangat menyenangkan.

Aku menatap birunya langit, menikmati cakrawala luas dengan awan-awan berarak yang bergerak lembut.. Ah.. Kuharap kedua orangtuaku sedang menatap langit yang sama, sekalipun kami berada di sisi bumi yang berlainan. Telah banyak waktu yang telah kulewati, namun apalah aku dibandingkanmu? Rasa rindu mengalir syahdu, seiring dengan sedikit keketiran yang meliputinya. Biarkan aku bisa berbakti, lebih lama lagi..

Angin berhembus, terdengar sibakan dua lembar kain yang telah kuusung dua hari yang lalu. Bercorak merah putih dan bercorak hitam. Pada lembaran bercorak hitam itu tertulis kalimat mahadahsyat..- Syahadat.
Kepada kedua bendera itu aku berkata, "Akan aku tingkatkan kecintaan dan kehormatan kepadamu. Dan akan kubuat orang lain mencintaimu dan menghormatimu.."

Tiba-tiba awan putih berubah menjadi awan kelambu, menghilangkan segenap cahaya matahari yang menyinari bumi. Bahkan aku tak bisa melihat tanganku sendiri, suasana gelap gulita. Sebuah lubang terbuka lebar, akupun terjatuuh...

***
Dan kudapati diriku sedang memandang cermin. Kutatap sebait wajah yang rasanya tak lagi kukenali.
Aku meremas cermin itu.
...
.....


"Pertama-tama, kamulah yang harus kuubah! KAMU!" teriakku dengan segenap rasa kebencian.
Air mukaku menjadi keras, dengan mata yang menusuk.

Akupun tersenyum lemah,

dan berbalik..

berjalan...

0 comments:

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)