Lima Hari Untuk Selamanya (Part IV)

Posted by Tembra Variantoro Sunday, September 5, 2010
Cerita sebelumnya...

Pulang.. Pulang...
Saya mau pulang...

Alasan utamanya sih karena hari itu ada maker aksel. Dan karena menurut kabar, aksel SMAN 8 tahun ini adalah aksel yang terakhir. Maka dari itu, saya benar-benar ingin ikut serta..
Tapi..
Yasudahlah.

Aksel angkatan saya juga seharusnya hari ini mau jalan-jalan dulu sebelum menghadiri maker. Bahkan sebelumnya, saya yang menggagas untuk jalan-jalan sebelum maker. Maka, ketika menjawab SMS ini:
"Tem, jadi ikut maker ngga lw?"
dengan
"Sori, gw ngga jadi ikut. Keadaan ngga memungkinkan"
anak-anak jadi pada neror. Terutama
DWI.

Baiklah, pada akhirnya saya mengaku bahwa saya sedang diamankan di rumah sakit. Dan selanjutnya, sudah dapat diduga teman-teman saya menjenguk di hari yang sama. ^^
Yaaa.. Terima kasih kawan-kawan.. Saya ngga mungkin menuliskan keautisan dan keberisikan kita di rumah sakit dulu, pokoknya tengkyuu.. ^^

Sore harinya, giliran kerabat dari Ayah yang menjenguk saya.
Lagi, salah seorang menggoda saya,
"Si itu udah kesini belom?"
"Itu itu apa? = =;"
"Ituu....."

Err..

Malam harinya...
Seperti biasa ada kunjungan rutin beberapa perawat ke kamar. Biasanya sih untuk mengecek infus, menyapa, dan sekalian memastikan bahwa tidak ada lagi pengunjung pada jam itu.
Saya berkata kepada ayah saya,
"Pah, culik satu perawatnya donk. Bawa kesini"
"Yang mana? Yang cantik ya?"

FAIL.
Apakah saya sudah sebegitu harusnya punya jodoh?? +.+

"BUKAAAAAN.. >.< Maksudnya buat nanyain, kira-kira kapan bisa pulang.. --;"
"Oooh... Kirain.."

EPIC FAIL.

Tengah malam, saya tidak bisa tidur.
SMS pacar, tidak kunjung dibalas (halah)
Akhirnya saya menghabiskan malam dengan merenung..
Mencoba mencari hikmah,
kembali mengungkit masalah-masalah yang sebelumnya kuhadapi..
mencoba menggali-gali masa lalu,
dan membiarkan alam pikiran ini mengelana bebas...
Rabbana la tuziq qulubana ba'da idz hadaytana wahablana milladunka rahmatan innaka antal wahhab
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).

Beberapa hasil pemikiran malam itu sudah terpublish di blog ini.. :)

Hikmah adalah barang yang hilang dari orang mukmin, maka di mana saja ia dapati, dia adalah orang yang paling berhak terhadapnya. (Riwayat Tirmizi).




0 comments:

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)