Fenomena Imsak Indonesia

Posted by Tembra Variantoro Tuesday, August 17, 2010
Kala fajar nyaris menyingsing....

Iqbal : (terbangun) (buka pintu dan melihat temen-temennya lagi asyik nonton TV. Sementara makanan tampak sudah habis disikat....) "Yaaah, udah pada sahur ya? Gue disisain ngga nih?"
Arif : "Percuma Bal. Udah imsak... Baru aja.."
Iqbal : "Yaaaah.... Kok gue ngga dibangunin sih??"
Ridho : "Gini ya Bal..." (berdiri, kemudian menepuk pundak makhluk-ngga-imut didepannya) "... kita udah berusaha ngebangunin lo. Sekuat tenaga. Lo liat kan, tulisannya sampe di-bold. Itu artinya, gue bener-bener serius...."
Arif : "kita tuh udah tereak-tereakan bangunin lo. Sampe gedor-gedor pintu juga. Tadinya Ridho udah pengen mecahin jendela lo pake palu. Untung di tipi lagi muncul Jojo Sinta. Urung deh niatnya."
Ridho : "Tapi, seenggaknya..." (narik napas panjang) "gara-gara gedor-gedor gitu, kita jadi berhasil ngebangunin anak-anak satu kosan.."
Iqbal : "Jadi gue ngga sahur nih? Aaaaaaaaah...."
(akhirnya....
... udah tau kan?)

*cerita ini (mungkin) hanya fiktif belaka. 
Kesamaan nama, gelar atau kejadian, mungkin karena pengaruh konspirasi internasional 
(lho?)


Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:
"... makan dan minumlah sampai nampak jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (Q.S. Al Baqarah : 187).
Ibnu Katsir menyatakan dalam tafsirnya:
"Allah Ta'ala membolehkan makan dan minum, dan yang telah disebutkan sebelumnya dari pembolehan berhubungan suami-istri pada bagian manapun di waktu malam bagi orang yang berpuasa sampai jelas cahaya pagi dari gelapnya malam, hal itu diibaratkan sebagai benang putih dari benang hitam" (Tafsir al-Qur'anil 'Adzhim ).

Waktu berakhirnya makan sahur adalah dengan MASUKNYA WAKTU SUBUH
Bahkan, di masa Nabi, tidak pernah ada seruan imsak dikumandangkan.

Makan dan minum diantara waktu Imsak dan Subuh tidaklah MAKRUH, apalagi HARAM. Apalagi jika kamu memang belum sahur, maka lebih utama bagimu untuk sahur.

"Bersahurlah, karena pada sahur itu ada barokah"
(Muttafaqun 'alaih)

"Bersahurlah walaupun (hanya) dengan seteguk air"
(H.R. Ibnu Hibban, Syaikh al-Albaany menyatakan hasan shahih)


Wallahu 'alam bishshawab.

referensi lebih lanjut:
http://bit.ly/97ZhBi
http://www.almanhaj.or.id/content/1960/slash/0

1 comments:

  1. Abdul Says:
  2. Bahkan termasuk sunah dengan mengakhirkan sahur...

    Barakallahu fiik...

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)