Terenyak Sejenak dengan Integritas

Posted by Tembra Variantoro Monday, July 19, 2010
Akhirnya saya tergabung disini...
Setelah berperang dengan segala macam kepentingan dan pemikiran, toh akhirnya saya terlibat di kepanitiaan ini. Terdegradasi; -dari tadinya mau jadi petinggi, kemudian memutuskan untuk tidak terlibat sama sekali. Sungguh Allah benar-benar Maha Membolak-balikkan hati hambaNya. Berbagai pertimbangan hingga akhirnya pengambilan keputusan, itulah ijtihad hidup. Ada kalanya memang salah sekali. Namun jika diawali dengan memurnikan niat hanya kepadaNya, saya rasa saya masih mendapatkan satu diantara dua pahala ijtihad itu. Dan tak ada penyesalan, dengan memercayai sepenuh hati bahwa keputusan dan jalan hidup dariNya adalah yang terbaik. Semoga, amin.
Dan saya sudah memantapkan diri untuk tergabung sebagai mentor. Tak ada lagi istilah Allah Membolak-balikkan hati, karena itu hanyalah alasan untuk melindungi komitmen yang lemah. Ya, kini.... totalitas. Toh ini semua demi kebermanfaatan. Kebermanfaatan yang saya sendiri membutuhkannya.

******

Ada satu kisah menarik,
Pada satu sesi wawancara dengan dosen, kami diberikan studi kasus:
"Jika seseorang yang tergabung dalam organisasi atau kepanitiaan, lalai dalam tanggung jawabnya, bahkan sesekali kabur; apakah orang itu tergolong memiliki integritas yang rendah?"
Manusia-manusia di ruangan itu secara mantap menjawab "Ya", termasuk saya.
Namun, dosen itu berkata,
"Belum tentu! Adakalanya seseorang dipaksa untuk ikut serta dalam kepanitiaan, sekalipun ia sudah menolak sejak awal. Mungkin ia memiliki banyak kesibukan atau pilihan hidup sendiri, sehingga ia tidak dapat bergabung. Namun, mungkin karena ketiadaan orang, dan lain sebagainya, akhirnya namanya tetap tercantum dalam kepanitiaan tersebut. Oleh karena itu, jika nantinya ia tidak bekerja secara maksimal, kita tidak dapat mengatakan integritas orang itu rendah..."
Saya terenyak. Terenyak sejenak dengan integritas.
Hanya sejenak, karena setelahnya kumpulan teori-teori di otak saya kembali bertempur.
Hanya saja... sejenak... saya merasa dibela..

******

Dua kisah diatas, mungkin sulit untuk mencerna keterkaitan antara keduanya. Namun, otak saya menikmati kerumitannya, dan secara kompleks berusaha menyusun model terbaik..

Ah, indahnya mencari jati diri...


lama-kelamaan saya makin menyukai gaya penulisan abstrak :D

0 comments:

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)