The Last Struggle

Posted by Tembra Variantoro Wednesday, July 21, 2010

Parah.
Rasanya itu adalah kali terakhir saya berusaha keras untuk keakademisan saya.
Seems like it was my last struggle...
Itu tahun 2008. Selanjutnya?
Perkuliahan tidak terlalu istimewa, bahkan tidak terlalu memuaskan, dalam kacamata saya.
Tak pernah ikut perlombaan lagi, dan ditambah punya keengganan untuk mengejar beasiswa.
Jarang membuat karya, rasanya lebih banyak leha-leha.
Ketika saya mereview masa lalu saya, dibandingkan dengan keadaan saya saat ini, rasanya saya ingin tertawa meringis.

Tidak puas! Saya tidak puas!

Mungkin itulah sebab keluarnya ceracau ini, ini, atau ini.
Dan tulisan-tulisan semacam ini atau ini benar-benar berfungsi sebagai pengingat untuk saya sendiri.

Saya merasa telah menzalimi salah satu bagian hidup saya...
Termasuk di dalamnya: saya telah mengkhianati tanggung jawab dari orang tua!

Semester ini, kecakapan akademis menjadi harga mati!
***

Alhamdulillah... :)
Saatnya alter ego saya berbicara :D
Sungguh, saya hanya ingin menggunakan hawa nafsu tak pernah puas saya itu semata-mata karena saya ingin berkembang... Mencoba menambal yang kurang, dan tak ingin menyerah begitu saja dari keadaan.
Namun, saya harus tetap ingat, bahwa umat Islam adalah umat pertengahan. Tidak mengurangi dan tidak juga berlebihan. Itulah yang saya harap hadir dalam hati saya, ambisi yang seimbang dan menenangkan hati, bukannya ambisi yang membuat sesak nafas.

Wahai kawan, pernahkah mendengar kata "merasa cukup"? "Merasa cukup" adalah suatu sifat yang saat ini dianggap inferior oleh kebanyakan orang. Karena dengan merasa cukup, kita akan disisihkan zaman. Dianggap sebagai orang yang tak punya ambisi dengan posisi. Tak memiliki keinginan untuk menjadi yang lebih baik pada masa depan. Karenanya, merasa cukup adalah sifat yang unik sekarang.
Namun, "merasa cukup" sejatinya adalah suatu ungkapan syukur. Islam menyebutnya qanaah. Merasa cukup menjadi salah satu indikasi bahwa kita benar-benar berterima kasih atas segala nikmat yang Allah berikan.

Subhanallah, sungguh masih panjang jalan saya untuk menjadi umat yang seimbang...
Seperti yang pernah saya tuliskan disini, meskipun bingung, saya harus lebih sering beristighfar. Dan berharap, semoga hidayah itu datang dan melekat kuat didalam hati ini...

Lagipula, diluar keakademisan yang saya keluhkan diatas, sungguh sangat banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada saya dalam perjalanan dua tahun saya di UI. Meskipun, kadangkala, saya begitu keras kepala, menafikan segala nikmat itu karena kekurangan yang saya miliki; seperti laiknya orang yang ada dalam tulisan saya ini.

Astaghfirullahaladzim, begitu banyak alasan untuk beristighfar!

Kini, biarlah bait-bait tulisan ini menjadi salah satu untaian tasbih rasa syukur.. 
dengan menggaungkan niat ingin mengokohkan rasa syukur dan "merasa cukup"...

***



Diary Dua Tahun Di UI..

Tak dapat dipungkiri inilah nikmat terbesar yang Allah berikan dalam jangka waktu Dua Tahun di UI:
Subhanallah! Meskipun terasa sangat berat.. Meskipun setengah mati saya menolaknya ~:p~, namun proses itu telah berjalan... Hingga akhirnya menjadi seperti ini...
Meskipun sempat diwarnai dengan "konflik internal" ~:p~, akhirnya saya tergabung dalam barisan ini...
Barisan orang-orang yang mengharapkan ridho Allah..

Sayapun tergolong beruntung, sehingga bisa mengasuh website ini:




Dalam satu tahun pertama saya di UI, saya bertekad untuk dapat berorganisasi dan mengembangkan soft skill sebaik-baiknya. Untuk itulah, saya tergabung dalam FUKI, BEM Fasilkom UI, dan SALAM UI. Sayang... Niat saya itu luntur dengan segala kelelahan dan kekecewaan yang ada... Tingginya ekspektasi orang lain  berbanding terbalik dengan realita yang ada.. Dan kentalnya rasa dizalimi itu membuat saya seakan memberontak.. Untuk yang ini, lain kali akan saya tuliskan di postingan yang lain. Saya sudah menyiapkan draftnya :D. Namun, bagaimanapun alasannya, tetap saja saya punya andil dalam kesalahan. Saya yang salah, oke, saya yang salah. Toh ini juga alasan kuat terlahirnya tulisan ini..

Terlepas dari itu semua, saya tak dapat mengingkari bahwa masa-masa itu adalah masa-masa yang unik dan menyenangkan dalam dimensi kehidupan saya. Dan sekali lagi, saya tidak boleh melupakan rasa syukur itu.. sekalipun terkadang, mengakui nikmat itu terasa pahit...

Tahun 2009, di BEM Fasilkom, saya tergabung di Kastrat. Begitu pula di FUKI xD. Sangat lumayanlah!
Hingga akhirnya, Kastrat FUKI dan Kastrat BEM mengadakan proker gabungan: SEMBILU! ~Sejenak Berbincang Sebelum Pemilu~ Dan disitu, secara anarkis, saya ditunjuk sebagai project officernya. Dan dengan segala kekhilafan, kebodohan, kealphaan, dan kedunguan saya, pada akhirnya acara itu pun berjalan dengan lancar dan sukses...

Di SALAM UI, saya lebih dungu lagi. Yah, dungulah pokoknya! Disana saya ditunjuk sebagai project officernya salah satu acara SALAM.. Alhamdulillah, acaranya berjalan dengan baik.. Sayang, "konflik internal" membuat saya memberontak di akhir... (Baca: acaranya untung udah berjalan)
Sekalipun saya sebagai PO di acara-acara itu, namun saya sama sekali tidak bisa mengklaim kesuksesan acara itu sebagai milik saya.. Ini milik panitia minus saya. Bahkan, terkadang saya berpikir, tanpa kehadiran saya pun, acara akan tetap berjalan lancar..

Haih.. Astaghfirullah... Hanya Engkau yang berhak menilai hambaMu, ya Allah! Maafkanlah saya..

Selain itu, saya juga tergabung dalam beberapa kepanitiaan...

Kepanitiaan Computer Festival 2010. Saya tergabung sebagai sub-PIC pameran bagian community. Di foto diatas saya sedang bergaya bersama komunitas open source UI :D

Kepanitiaan Wisuda Semester Genap 2009. Kostumnya oke ngga tuh? Hehe.

Kepanitiaan SDRAM 2009. Saya sebagai PJ HPD ^^. Kerjaannya ya foto-foto sama buat publikasi + mading...

Hasil madingnya bagus lho... Big thanks to gayuh, ratih, fikri, radi, dan kawan-kawan (males nulis satu-satu :p) yang telah memberikan sentuhan artistik pada madingnya.. Tanpa kalian, saya yakin, mading itu pasti isinya cuma tempelan kertas HVS kotak xD. [Perhatian: Foto Chamatz diatas (sebelah kiri) hanyalah pajangan, bukan termasuk panitia! Hehe, peace pak chamatz..... xD]

Open House Fasilkom 2009! Disini saya sebagai LO -> mengantarkan anak-anak SMA keliling Fasilkom. Menyenangkan, kok. Lihat aja foto diatas, saya sedang tersenyum lebar :p

Oiya, saya juga pernah jadi MC di beberapa acara. Salah satunya ya acara Fuki Fair ini... Percayakah Anda saat itu bagian samping celana saya sobek lebar sekali dan akhirnya dijepit menggunakan penjepit kertas? xD

Dan ini adalah saat presentasi promosi Fasilkom di SMAN 8 Jakarta. Sukses kok. Terbukti beberapa anak delapan akhirnya masuk fasilkom. Bener kan; Yahya, Yoi, Phewe, dan Fitri? Hehehe.

***



Saya cukupkan diary dua tahun di UI ini. Mungkin kelak saya akan membuat Part II nya, hehe.

Yang jelas, begitu banyak nikmat itu. Begitu banyak yang harus disyukuri. Seringkali satu kekurangan membuat kita sulit mensyukuri nikmat lain yang begitu banyak. Itulah pentingnya "Merasa Cukup".
Namun, sebaliknya, seringkali kita terlampau lama berada di dalam zona nyaman -zona penuh syukur, hingga tak penah sekalipun mau berkembang. Itulah pentingnya "Ambisi".

Seimbang. Seimbang. Seimbang.

Meskipun jika sudah mentok, rasanya saya lebih memilih untuk menjadi manusia yang tanpa ambisi namun serba merasa cukup; dibandingkan menjadi manusia yang penuh ambisi, namun tak pernah merasa cukup.

Tapi.. Saya ingin jadi lebih baik...
Saya ingin jadi lebih baik...
Saya ingin berjuang jadi lebih baik...
THE LAST STRUGGLE;
sejatinya tak boleh kalimat ini keluar dari bibir saya!!!
apalagi jika sampai terjadi dalam hidup saya!!
 karena, sumpah...
sekali lagi, SUMPAH...:
Perjuangan seorang hamba takkan pernah berhenti....
hingga kakinya memantapkan diri menginjak pintu surga...
TAKKAN PERNAH BERHENTI!!

0 comments:

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)