Sebuah Orientasi Hidup

Posted by Tembra Variantoro Wednesday, March 17, 2010
Ketika saya sedang membaca suatu tulisan yang begitu inspiratif, saya langsung berpikir, "saya juga harus bisa menulis inspiratif!"
Ketika saya melihat seseorang menjadi asisten dosen yang komitmen, saya langsung berimaji, "saya juga harus bisa menyebarkan ilmu saya dengan menjadi asdos!"
Ketika saya melihat seseorang menjadi ketua panitia atau ketua organisasi, saya langsung mengandai, "saya juga harus bisa membuat achievement terbaik di bidang soft skill!"
Ketika saya melihat seseorang begitu hebatnya menjadi pemenang sebuah lomba, saya langsung beritikad, "saya akan menyusul jejaknya!"
Ketika saya melihat seseorang begitu cemerlang dengan akademisnya, saya langsung berapi-api bertekad, "saya juga harus tekun belajar!"
Ketika...




Dan itulah yang selama ini berkecamuk dalam pikiran saya, seolah-olah mengambil penuh semua bayangan pikiran saya; hingga menutupi pikiran-pikiran yang lain..

Saya itu banyak maunya.

Dan alhamdulillah, Allah memberikan saya banyak kesempatan untuk melakukan banyak peningkatan.
Beberapa kali hati ini telah Dia condongkan kepada hal-hal terbaik, yang memudahkan saya untuk mengais-ngais sumber peningkatan diri. Beberapa kali pula diri ini menerima peringatan serius--bahkan ada yang mengerikan-- ketika saya menapaki jalan yang salah. Meskipun tidak dapat dipungkiri, ada momen-momen menyedihkan dan mengecewakan yang saya alami (setidaknya, begitulah kata pikiran saya saat itu), namun tetap saja, kekurangan bukanlah alasan untuk tidak bersyukur. Jika kekurangan menjadi alasan untuk tidak bersyukur, maka selamanya kita tidak akan pernah bisa bersyukur. Betul kan? :)

Sebuah Ambisi Keduniaan : Fastabiqunal Khairat?
Punya ambisi itu penting. Saya tidak menyalahkannya.
Namun ambisi yang berlebihan itu berbahaya. Maka, saya juga tidak membenarkannya. :)

Dan ketika kita berambisi melakukan sesuatu, apakah tujuan dari ambisi itu?
Saya rangkumkan dalam beberapa kata, menurut pemikiran kebanyakan orang :).
Ikut organisasi atau kepanitiaan -> menambah pengalaman, networking dan soft skill.
Jadi PO atau Ketua -> menambah kualitas CV.
Ikut lomba -> menambah  kualitas CV juga.
IP bagus -> cum laude.
Ikut band atau aktif di teater -> Menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.
Jadi Asdos -> berbagi ilmu sekalian nyari duit juga :P

Ohohohohoho :o :D.
Saya kira semua itu memang penting supaya kita bisa sukses. Namun, disisi lain, saya melihat dan merasakan betapa kentalnya nuansa keduniaan disana. Segalanya kita lakukan dan lakukan untuk mencapai kesuksesan dan keidealan dalam hidup. 
Terkadang kita berkelit, bahwa kita sedang melakukan "fastabiqunal khairat" dan lagipula semua ambisi-ambisi itu juga ujung-ujungnya bertujuan kepada Allah semata. Namun, jarang sekali dalam pembelajaran, dalam tiap proses menuju ambisi itu, dan dalam dalam tiap langkah kaki, kita mengucap bismillah.

LURUSKAN NIAT.
Satu-satunya niat dan tujuan hanyalah Allah.

Karena sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung niatnya.

Ingatlah bahwa, 
jika seseorang selama hidupnya berorientasi kepada kekayaan, maka selamanya ia  miskin. Jika seseorang berorientasi kepada kepintaran, maka selamanya ia bodoh. Jika seseorang berorientasi kepada jabatan, maka selamanya ia hina. Namun jika seseorang berorientasi kepada Allah, maka selamanya ia tidak akan pernah miskin, bodoh, dan hina.


Ketika kita membaca bismillah, dan memurnikan niat kita kepadanya, maka segala hal yang mubah akan menjadi hadiah. Hadiah pahala yang dapat ditukar dengan surga terindah :D



Oi, BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, jangan lupa! :D

0 comments:

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)