Zeitgeist - A Conspiration Theory

Posted by Tembra Variantoro Tuesday, May 12, 2009


Teori konspirasi.

Itu yang diusung di film ini. (Anda dapat menontonnya secara streaming di youtube -terbagi atas 13 bagian- atau mendownloadnya langsung disini)


Data dan fakta yang diajukan di film ini benar-benar menarik, meskipun film ini mengangkat isu yang cukup sensitif, atheisme.

Film ini sangat percaya, bahwa agama (lebih dititikberatkan kepada Kristen) adalah suatu konspirasi dari elit-elit politik. Dan tidak hanya asal bicara, film ini pun menyajikan data-data yang cukup signifikan dan berkaitan.

Yang membuat saya lebih tertarik, film ini mengangkat tentang konspirasi yang dilakukan oleh segelintir orang dalam pengaturan berbagai kejadian di dunia, seperti Tragedi 9/11. Percayakah Anda bahwa sebenarnya penabrakan WTC dan Pentagon sebenarnya telah direncanakan sebelumnya? Percayakah Anda bahwa sebenarnya Tragedi 9/11 adalah sebuah alasan yang dibuat agar Amerika dapat menyerang Afghanistan, dan lalu Irak? Percayakah Anda bahwa sesungguhnya perekonomian Anda, kejadian-kejadian di sekeliling Anda, telah direncanakan oleh segelintir orang? Film ini berusaha menjabarkan hal itu, namun, keputusan untuk percaya atau tidak tetap berada di tangan Anda.

Dan setelah Anda menonton film ini, saya mengajak Anda untuk membalikkan logika Anda; mungkinkah pengadaan film ini juga merupakan suatu konspirasi untuk menciptakan ketakutan dalam masyarakat? Mungkinkah film ini juga memiliki agenda dan tujuan tertentu yang hendak mereka capai? Satu hal yang jelas, Amerika telah melakukan hal itu. Atas nama teroris, yang mereka kategorikan sebagai musuh bersama, Amerika telah mencabut hak-hak warga sipil, menyerang negara-negara, dan mengabaikan hukum perang internasional. Afghanistan, Irak, Gaza, mungkin Iran, mungkin Venezuela, dan mungkin Anda!

Terlepas dari teori konspirasi itu, saya tetap meyakini bahwa Islam adalah sebenar-benarnya agama. Terlalu banyak keajaiban ilmiah yang dijabarkan oleh Al Quran. Terlalu naif jika mengatakan bahwa keteraturan langit dan bumi ini terjadi secara kebetulan. Terlalu indah ajaran yang dibawakan. Sangat seimbang aturan yang diberlakukan.

Menurut film itu, ketika gospel disebarkan, Eropa mengalami dark ages. Di Indonesia, gospel menyertai era penjajahan.

Sementara itu, Umar bin Abdul Aziz berhasil membentuk imperium yang menguasai hampir sepertiga dunia dimana tak seorangpun miskin didalamnya.

Hidup ini memang harus memihak. Keberpihakanmu yang nantinya akan diwarisi oleh sifatmu, hidupmu, dan matimu.

Dan apapun yang terjadi, aku tahu kemana aku akan berpihak.

Wallahu 'alam bishshawwab

2 comments:

  1. you-don't-know-me Says:
  2. kalau anda menonton film kedua, anda akan sadar kalau Zeitgeist itu sebuah pergerakan, itu tidak dijabarkan di film pertama.

    Kemungkinan bahwa film ini adalah konspirasi untuk menciptakan ketakutan pada masyarakat, akan tumbang karena langkah-langkah pergerakan Zeitgeist yang akan anda temukan di film Addendum, kontradiksi sekali dengan premis anda.

    Tentang apakah Zeitgeist sendiri adalah konspirasi dari pihak yang dituding sebagai konspirator dalam Zaitgeist, itu bisa saja terjadi. Misalnya: (sudut pandang konspirator), Zeitgeist = Film propaganda untuk menyiapkan aktivis agar melawan kita sebagai 'si-tokoh-buruk', lalu mempercantik dunia.

    Mari kita bicarakan pergerakannya, sesudah anda tonton Addendum tentunya.. :)

    PS : ambil yang baik dari semua, buang yang jahat dari semua, konsentrasi pada atom-atom dari konten, bukan aktor.

  3. Tembra Says:
  4. Saya semakin percaya dengan pernyataan,
    "Hidup itu harus memihak"

    Karena bisa saja apa-apa yang dituduhkan itu suma fitnah, atau pemberitahuan tentang sebuah hoax adalah hoax itu sendiri.
    Bisa saja kita menganalogikan dua hal dengan sesuatu yang kita anggap logis.

    Tapi disinilah kepentingan untuk memihak.. untuk memilih.. percaya atau tidak dengan sesuatu..

    Saya sudah menetapkan keberpihakan saya kepada sesuatu, dan Anda pun pastinya juga..
    Tinggal bagaimana itu semua bisa dipertanggungjawabkan nantinya.. Setuju tidak?^^

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)