SIMAK UI: Sebuah Refleksi Untukku

Posted by Tembra Variantoro Thursday, April 9, 2009
Pengumuman hasil SIMAK kemarin adalah sebuah refleksi untukku. Kembali mengingatkanku akan cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai. Kembali memperuncing tonggak-tonggak idealisme yang kutancapkan di awal-awal semester pertama. Menopang mimpi yang dengan angkuhnya aku koarkan ke langit, dan aku hempaskan ke bumi.
Beberapa bulan yang lalu, kami bersepuluh lulus dari SMA. Saat itu kami menyerahkan tongkat estafet mimpi-mimpi itu ke masa depan. David dan Angga melanjutkan ke Belanda; Ardi dan Salza mengadu nasib di NTU; dan yang tersisa dari kami melanjutkan perjuangan di bumi Indonesia. Dina masih tetap dengan cita-citanya dan mengambil Pendidikan Dokter UNPAD; Astri memutuskan memilih Hubungan Internasional UNPAD; sedangkan Indah, Lana, Dwi, dan aku menyebar di bumi Universitas Indonesia. Indah di Teknik Elektro, Lana di Teknik Arsitektur, Dwi di Akuntansi, dan aku di Ilmu Komputer.
Cambuk masa lalu itu menggerus karat dalam hatiku dan mengais memoriku. Bahwa sesungguhnya kami berangkat dengan suatu idealisme. Bahwa sesungguhnya kami berangkat demi suatu cita-cita. Bahwa sesungguhnya pilihanku atas Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia telah melewati proses yang panjang!
Bahwa sesungguhnya aku tidak ingin menjadi orang biasa…!
Hidup adalah kumpulan dari pilihan-pilihan. Dan pilihan-pilihan itu yang membuat seseorang berbeda. Menjadi sekadar sampah atau matahari bagi dunia. Aku tidak perlu memakan sampah untuk menjadi sampah. Aku hanya perlu memilih untuk menjadi itu. Aku tidak perlu membakar diriku untuk menjadi matahari. Aku hanya perlu untuk memilih.
Dahulu, David menawarkan kepadaku untuk kuliah di Belanda. Dan aku dapati proses menuju Belanda begitu mudahnya. Hanya dengan rapot, dan sejumlah uang. Sejumlah uang yang sangat besar, menurutku. Aku ingat bagaimana representative itu meyakinkanku bahwa uang ini akan tertebus suatu saat nanti. Namun, uang sejumlah itu melampaui batasku. Dan mencari beasiswa tambahan untuk suatu universitas yang tidak kukenal? Aku tidak mengharapkan kultur Eropa dengan memilih universitas yang begitu mudahnya untuk diraih. Atau setidaknya seperti itu cerita yang kudengar dari mereka. Seleksi uang. Dan aku memilih tidak untuk Belanda.
Kemudian, ketika hasil ujian NTU diumumkan, aku bukan termasuk orang-orang yang lulus. Namun, aku menyadari satu hal; bukan NTU yang menolakku tapi aku yang menolak NTU. Maha Adil Allah, sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu merubah nasibnya sendiri.
Kemudian aku mencoba ujian di universitas-universitas swasta. Alhamdulillah, singgahlah aku di Teknik Informatika STT Telkom dan Information System President University.
Proses terus berlanjut hingga Ujian Masuk Bersama (UMB). Aku yang lengah ini mengikuti UMB dengan pilihan jurusan Pendidikan Dokter dan Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Begitu lengahnya, sehingga pembelajaran yang selayaknya dilakukan dengan keras pun kujalani dengan santai.
Ternyata aku diterima di Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Segala puji bagi Allah. Aku mungkin tidak layak ditempatkan disini, namun sesungguhnya Allah tidak menetapkan sesuatu dengan sia-sia. 
Hidayah dan rahmat Allah telah menetapkan hatiku di Ilmu Komputer UI. Aku menolak STT Telkom dan beasiswa yang ditawarkan President University. Bahkan aku menolak mewujudkan ambisi lamaku untuk berkuliah di STEI ITB.
Universitas Indonesia.
Biarlah menjadi kampusku.
Semangat itu semakin terpatri ketika seorang sahabat di NTU begitu meremehkan pendidikan di Indonesia. Bahkan meremehkan kualitas orang-orang Indonesia! Padahal dirinya adalah orang Indonesia!
Semangat untuk membuat Indonesia lebih baik! Membuat Indonesia ter-shibghah Islam. Membuat Indonesia kembali menjadi bangsa yang takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya rasa takut. Membuang semua akhlakul mazmumah yang bergelantungan di hati sebagian rakyat Indonesia! Membuat Indonesia menjadi bangsa yang disegani! Bangkit negeriku! Harapan itu masih ada!
Dan semangat perubahan itu akan aku mulai dari sini. Dari bumi Universitas Indonesia!
Semangat itu kembali mengetukku dengan kencang ketika mendengar pengumuman SIMAK UI. Ya, mengingatkan kembali cita-citaku dahulu. Juga menamparku dengan perjalanan waktu yang telah kulalui. Betapa lengahnya diriku. Betapa banyak cita-cita yang belum terwujudkan.
Kuucapkan selamat kepada mereka yang tenggelam dalam euphoria pengumuman kelulusan ini.  Kuingatkan, perjuangan kita belum selesai.  Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti kecuali kakinya telah menginjak pintu surga.
Bersama kita akan mengubah bumi Indonesia ini. Bersama kita akan membangun Indonesia! Bersama kita akan memperjuangkan idealisme kita. Idealisme tanpa darah sia-sia. Idealisme dengan segenap kebaikan dan kebenaran.  Demi ridho Allah SWT!
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini darah ini sepenuh ridho Ilahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Kami adalah tombak-tombak berjajar 
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezaliman
Kami adalah mata pena yang tajam 
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi dakwah ini jalan panjang 

Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi,  
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi,
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi, Rabbi...

2 comments:

  1. waaaw keren temb...
    hmmm, jadi anak UI emg harus bangga!!
    coz we are the yellow jacket, huehehehee :P

  2. Mantabz deh tulisan lu, temb.
    gw akui, mengalahkan tulisan java gw dah...
    Paduan kata-katanya, hmm.. Sedaaap...

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)