Once Upon A Night..

Posted by Tembra Variantoro Thursday, February 26, 2009
Pukul 21.00

Sekali lagi

Aku diusir dengan hormat dari laboratorium komputer tercinta. Sudah dua hari aku "bermalam" di lab 03 ini. Komputer di kosku sedang direparasi, jadi apa boleh buat, pemakaian komputer di lab harus dimaksimalkan.

Malam benar-benar sudah gelap, Isya pun telah kutunaikan. Tak ada lagi yang dapat kulakukan di fakultas ini. Akupun beranjak pulang, kembali ke tempat kosku di daerah Kukusan Kelurahan (Kukel). Sayangnya, malam itu lagi-lagi tidak ada orang yang dapat aku ajak pulang bersama. Al telah pulang duluan, begitu pula dengan Chamatz. Dua orang itu terkadang pulang bersamaku, karena kosan mereka pun terletak di daerah Kukel. Hmm, nampaknya malam ini aku lagi-lagi harus pulang sendirian.

Universitas ini menyediakan bis gratis untuk mahasiswanya, namun bis itu hanya ada hingga jam delapan. Artinya, jika aku pulang lebih dari jam itu, aku harus bersiap-siap untuk berjalan menuju kosan. Dan hal itu memang telah sering kulakukan. Berjalan. Sendirian. Menapaki jalan beraspal sehingga hanya terdengar langkah kakiku diiringi suara-suara jangkrik.

Mungkin perjalanan pulang malam hari ini tidak terlalu kusukai. Aku adalah seorang penakut. Dahulu aku tidak berani untuk ke kamar mandi sendirian, aku takut jika harus sendirian di rumah malam hari, aku takut kegelapan.

Hei.. Namun apa yang kini aku lakukan? Aku berjalan di tengah jalanan yang sepi. Di kiri kulihat hutan dengan kegelapan yang pekat. Aktivitas di teater FIB tak lagi terdengar. Dan gedung perpustakaan yang begitu megah terlihat seperti gedung mati.

Kegelapan itu begitu pekat. Kesepian itu begitu senyap. Harapan muncul ketika 2 atau 3 motor berlalu. Keberanian tertumpu dalam pandanganku ke arah lampu jalan yang tampak begitu redup. Selebihnya gelap. Sunyi menggantungi punggungku.

Aku tetap berjalan.

Dalam kesunyian dan kegelapan, aku berpikir. Selalu berpikir. Sungguh aku takut.

Kala aku melihat ke arah hitamnya hutan. Dibalik cahaya remang-remang, aku melihat siluet-siluet berkelebat. Di tengah sunyinya malam, aku mendengar suara bisikan.

Ya Allah..
Sungguh ketakutan telah meliputi diri
Kegelapan menciutkan nyali
Kesunyian seolah menutup hati

Aku takut pada gelapMu ya Allah
Aku takut pada makhlukMu ya Allah
Kengerian ini..
Rasa takut ini..
Maka pernahkah aku tunjukkan dalam sujudku di hadapanMu?

Izinkan aku menangis disini ya Allah..
Aku yang sombong dalam menghadapMu
Aku yang selalu menentang perintahMu
Aku yang selalu mendewakan logika
Aku yang selalu mendahulukan nafsu
Aku yang selalu menyerah dengan berkata "memang seperti inilah aku!"
Izinkan aku terisak disini
Izinkan aku tertampar malu disini
Karena sesungguhnya aku takut kepada makhlukMu!

Dan Engkau Tuhanku..
Dan dimanakah rasa takutku selama ini?
Ampuni aku, duhai Allah..

Sungguh hanya Engkaulah pemilik absolut rasa takutku berlabuh,

Kupaksakan mataku menatap berbagai siluet hutan. Kupastikan ranting-ranting itu bergoyang dan bergesekan. Kupastikan mozaik warna batang-batang pohon. Kutajamkan pendengaranku terhadap suara bisikan itu.

Bukan ini dan bukan itu,
Aku tidak boleh takut!

Jangan sampai kecenderunganku mempengaruhi perilakuku.


Ya, maka aku tetap berjalan.
Esok pun tetap ku berjalan.

2 comments:

  1. ratih Says:
  2. Yah... gak nemu penampakan ya temb???
    huhu... padahal daku menunggu-nunggu saat-saat itu terjadi padamu, haha... *tertawa kejam*

  3. Tembra Says:
  4. @ratih : siapa bilang? -.-

Post a Comment

Daripada menggunakan "Anonymous" untuk memberi comment, sebaiknya gunakan "Name/URL". URL bisa dikosongkan jika memang dikehendaki.. :)

Terima kasih :)